Lomba Kemakmuran Masjid Tingkat Provinsi, Buleleng Diwakili Masjid Agung Jami’ Singaraja

BULELENG – Masjid Agung Jami’ Singaraja ditunjuk mewakili Kabupaten Buleleng dalam Lomba Kemakmuran Masjid Tingkat Provinsi Bali yang digelar Kemenag Provinsi Bali. Penilaian oleh Tim Kemenag Provinsi Bali dilaksanakan Selasa (13/9/2022).

Tim Penilai Kemenang Provinsi Bali dipimpin Kabid Bimas Islam Kemenag Provinsi Bali, Dr. H. Abu Siri, S.Ag., M.Pd.I, didampingi anggota tim dan beberapa dari Kemenag Provinsi Bali. Kedatangan Tim Kemenag Provinsi Bali disambut di Ruang Utama Masjid Agung Jami’ Singaraja.

Tampak ikut menerima Ketua Badan Kemakmuran Masjid Agung Jami’ Singaraja, H. Hidayat Achdar, Sekretaris M. Rezza Yunus, serta kepala-kepala bidang. Juga tampak hadir Ketua Yayasan Masjid Agung Jami’ Singaraja, H. Abdurahman Said, LC, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Buleleng, H. Muhammad Hamdani, S.Ag., Ketua MUI Kabupaten Buleleng, H.B. Ali Musthofa, Kepala Kemenag Kabupaten Buleleng, I Made Subawa, SE, M.Pd., Kasi Bimas Islam Kemenang Buleleng, H. Ismail, dan para ketua takmir masjid/mushola di Kampung Kajanan.

Kabid Bimas Islam Kemenag Provinsi Bali, Dr. H. Abu Siri, menjelaskan, Lomba Kemakmuran Masjid biasanya dilaksanakan rutin setiap tahun sekali. Namun, selama pandemi Covid-19 ditiadakan. “Kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Ini dalam rangka, pertama, silaturahim. Kedua dalam rangka pembinaan manajemen pengelolaan kemakmuran masjid,” paparnya.

Menurutnya, dalam Lomba Kemakmuran Masjid setiap kabupaten/kota diminta mengirim satu wakil. Untuk Kabupaten Buleleng, yang diajukan oleh Seksi Bimas Islam Kemenag Buleleng adalah Masjid Agung Jami’ Singaraja.

Dr. Abu Siri menjelaskan, yang dinilai dalam Lomba Kemakmuran Masjid adalah kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kemakmuran masjid, seperti Idarah, Imarah, dan Riyayah. Dijelaskan, untuk Masjid Agung Jami’ Singaraja yang menilai ada tiga orang, yakni Dr. Abu Siri sendiri, Kiai Saifudin, dan Dr. H. Arjiman selaku Kabag TU Kemenag Provinsi Bali.

Sementara Sekretaris BKM Masjid Agung Jami’ Singaraja, M. Rezza Yunus, mengatakan, untuk menghadapi penilai, pihaknya sudah mempersiapkan selama satu minggu. Termasuk menyusun profil Masjid Agung Jami’ Singaraja, menjadi acuan dalam lomba. Profil masjid merupakan salah satu yang harus diberikan kepada penilai lomba.

Rezza menjelaskan, Masjid Agung Jami’ Singgaraja selama ini mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. “Bahkan selama pandemi, kami menyantuni dan memberikan makan siang. Jadi kami mengembalikan fungsi masjid kepada masyarakat atau jamaah, sehingga masjid ini dimiliki oleh jamaah dan semua umat,” ujarnya.

Menurut dalam melayani umat, Masjid Agung Jami’ Singaraja mempunyai punya Warung MJ, yang memberikan makan gratis kepada jamaah setelah sholat dzuhur. “Itu kurang lebih 150 porsi setiap harinya. Dana sudah berlangsung selama dua tahun hingga kini,” katanya.

Rezza menjelaskan, Warung MJ sudah mengeluarkan anggaran Rp 245 juta per tahun untuk program makan gratis. Selain itu, ada Shodaqah Jumat, yakni melayani dhuafa, janda, mualaf dan anak yatim piatu. Program ini juga sudah berlangsung selama dua tahun, dengan anggaran Rp 235.000.000 tiap tahunnya.

Kata dia, pengurus BKM Masjid Agung Jami’ Singaraja juga berupaya melakukan regenerasi. Menurutnya, beberapa program sudah mulai diserahkan kepada adik-adik remaja untuk menanganinya.

Misalnya untuk program qurban. “Untuk qurban bukan kami lagi yang menangani, tapi adik-adik. Warung MJ sudah dipegang oleh warga dan anak-anak yang ada di Masjid Agung Jami. Untuk membantu anak yatim, fakir miskin dan dhuafa sudah dikelola oleh adik-adik yatim yang sudah dewasa. Dengan demikian, saat pergantian pengurus BKM nanti di 2025, kami tidak khawatir lagi karena adik-adik yang lain sudah siap bekerja,” tegasnya.

Ketua BKM Masjid Agung Jami’ Singaraja, H. Hidayat Achdar, menyampaikan, Masjid Agung Jami’ bukanlah masjid terbaik karena seluruh masjid adalah rumah Allah. “Dan yang lebih pasti bahwa pengurus BKM Masjid Agung Jami’ Singaraja bukanlah pengurus terbaik, melainkan hanya hamba-hamba Allah yang mencoba menebus kesalahan masa lalu dengan mengabdi di rumah-NYA,” katanya.

Menurut H. Hidayat Achdar, merupakan suatu kehormatan Masjid Agung Jami’ Singaraja bisa mewakili Kabupaten Buleleng dalam Lomba Kemakmuran Masjid. “Untuk itu kami mohon doa agar Allah berkenan memilih masjid kita sebagai salah satu rumah yang dicintai-NYA. Perhatian, bantuan dan kerjasama semua pihak insya Allah akan sangat berarti untuk memenangkan lomba ini,” katanya.

Untuk itulah, kata Bang Dayat –demikian sapaa akrab H. Hidayat Achdar–, pihaknya benar-benar berhajat agar didoakan oleh seluruh Muslimin Buleleng, para jamaah di seluruh masjid/mushola di kabupaten ini.

“Semoga Allah berkenan menjadikan masjid/mushola di Buleleng sebagai rumah yang dicintai-NYA dan pengurusnya diberi kekuatan dan kemudahan untuk bahagia mengabdi di rumah-NYA. Amin,” katanya. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *