Santri TPQ Masjid Agung Jami’ Kunjungi Pelabuhan Tua Buleleng

  • Dikenalkan dengan Objek Wisata yang Sarat Sejarah

BULELENG – Ada pemandangan dan aktivitas berbeda di TPQ Masjid Agung Jami’ Singaraja, Sabtu (3/9/2022) sore. Selepas shalat Ashar berjamaah dan melakukan doa bersama, para santri berbaris rapi di halaman parkir Masjid Agung Jami’ Singaraja. Mereka bersiap menuju Pelabuhan Tua Buleleng dengan didampingi oleh ustadz dan ustadzah.

Sesampainya di lokasi, mereka diminta untuk membentuk lingkaran dan menikmati bekal yang sudah mereka bawa. Usai menyantap bekal, mereka kemudian diajak untuk murajaah hafalan.

Selepas itu, mereka diajak berkeliling areal Pelabuhan Tua Buleleng. Diawali dengan pengenalan Monumen Patung Yudha Mandala. Monumen tersebut sebagai peringatan sejarah rakyat Bali, khususnya Buleleng dalam perjuangan melawan Belanda.

Perjalanan kemudian berlanjut dengan melihat dari luar tempat ibadah Tri Dharma Ling Gwan Kiong. Dikenalkannya tempat ibadah pada mereka sebagai bentuk mengajarkan pada mereka nilai-nilai toleransi yang semestinya harus terus dirawat.

Dan perjalanan terakhir, mereka diajak berkunjung ke jembatan peninggalan Belanda. Pada zamannya, jembatan tersebut memiliki fungsi sebagai sarana pelintas sungai yang ada di bawahnya.

Ustadz Imaduddin Syamil, selaku Kepala TPQ mengatakan, anak-anak sangat antusias dan terlihat menikmati perjalanan ini. Terlebih lagi, rihlah kali mengunjungi tempat wisata Pelabuhan Tua Buleleng untuk melihat tanda-tanda kebesaran ciptaan Allah dan juga bukti sejarah perjuangan rakyat Buleleng dalam melawan penjajahan,” ujarnya.

Terakhir, ia menyampaikan bahwa kegiatan rihlah ini sangat penting untuk memberikan penyegaran kepada para santri. Selain itu juga untuk memberikan pengalaman baru bagi santri.

“Kita berharap kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ini bisa terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan,” imbuhnya. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *