Dr. Surayanah : “Saya Merasa Lelah Jika Tak Bisa Bantu Orang Lain”

Dr. Surayanah, S.Pd., M.Pd. lahir pada 28 Juli 1990 di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Ia adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Terlahir dari keluarga sederhana namun memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pendidikan.

Menyelesaikan sekolah menengahnya di SMAN 2 Singaraja, kemudian ia melanjutkan pendidikan S1 Pendidikan Fisika di Undiksha, S2 Pendidikan IPA Konsentrasi Fisika di Undiksha, hingga akhirnya menempuh pendidikan S3 Pendidikan Dasar di Undiskha juga.

Dr. Surayana menjadi satu-satunya perempuan dengan gelar doktor termuda di daerahnya. Kini ia berprofesi sebagai tenaga pendidik di MTs Al-Khairiyah Tegallinggah yang mengajar Mata Pelajaran Matematika.

Tidak hanya itu, deretan pekerjaan lain pun ia lakoni, di antaranya adalah sebagai Asesor BAN PAUD dan PNF, Guru Champions ALEF Provinsi Bali, Pengelola RA dan MI Nurul Huda Singaraja. Ia juga aktif di beberapa organisasi. Menjadi Pengurus PC Pergunu Kabupaten Buleleng, PAC Pergunu Sukasada II, BKMT Wil Bali, MUI Kabupaten Buleleng, sekaligus sebagai pendiri dan pengelola Balai Derma Tegallinggah, dan masih banyak deretan pekerjaan lainnya.

Dr. Surayanah memiliki motivasi hidup yang sangat sederhana, namun penuh makna. Menurutnya, “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain”.

Rasa peduli terhadap sesama yang begitu besar menggerakkan hatinya untuk mendirikan dan mengelola Balai Derma Tegallinggah. Ia mengumpulkan donator dari berbagai kalangan, menggerakkan hati mereka untuk bisa membantu sesama. Baginya, ia akan merasa lelah apabila tidak bisa membantu orang lain.

Ia terbiasa mencatat hal-hal yang belum ia selesaikan melalui HP-nya. Hal tersebut memudahkannya untuk melakukan kegiatan yang seharusnya ia lakukan. Jadi, kesimpulan hasil wawancara dengan Dr. Surayanah adalah sukses tidak dipandang seberapa uang yang dapat dihasilkan melainkan seberapa kita mampu membantu dan bermanfaat untuk orang lain.

“Sukses itu bersifat dinamis. Karena sukses memiliki banyak arti tergantung bagaimana kita menyikapi arti dari kata sukses itu sendiri. Tidak ada manusia yang ingin sakit, susah ataupun kekurangan, selagi diberikan waktu untuk berbenah. Maka mulailah dengan membantu sesama. Karena pintu rejeki akan selalu terbuka apabila tangan kita ringan untuk memberi,” kata Dr. Surayanah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *