MUKTAMAR IX BKMT USUNG TEMA “BERSINERGI BERMANFAAT MEMBANGUN BANGSA”

BEKASI – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) menggelar Muktamar IX di Graha Alawiyah, Kompleks Pesantren Putri As-Syafiiyah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Muktamar yang mengusung tema “Bersinergi Bermanfaat Membangun Bangsa” berlangsung 6-9 Oktober 2021.

Muktamar IX dihadiri peserta dari perwakilan pengurus BKMT dari 33 provinsi, termasuk Provinsi Bali, baik secara luring maupun daring. Dalam pembukaan juga hadir Dewan Pembina BKMT, Prof. Dailami Firdaus, Ketua Baznas RI, Prof. Noor Achmad, Gubernur Nangro Aceh Darussalam, Gubernur Kepulauan Riau, serta pihak terkait lainnya.

Peserta Muktamar IX BKMT dari Provinsi Bali

Ketua Umum BKMT, Hj. Syifa Fauzia, dalam sambutannya mengatakan, di usia yang ke-40 tahun, BKMT diharapkan memiliki rasa syukur. Juga memiliki kemampuan kerja, kemampuan menciptakan generasi umat di masa depan. “Kinerja BKMT selama 5 tahun sudah melakukan kunjungan ke daerah, melantik BKMT ke tiap provinsi, pendampingan, dan memberikan bantuan saat bencana melanda,” paparnya.

Menurut Hj. Syifa, BKMT terlah tersebar di 33 provinsi, dan 400 kecamatan. Kata dia, berbagai bantuan telah disebarkan BKMT. “Bantuan terakhir yang telah dilakukan BKMT adalah penyaluran bantuan berupa uang Rp 560 jutake Palestina melalui BKMT Peduli seluruh Indonesia,” ujar Hj. Syifa Fauzia yang sedang menyelesaikan doktoralnya dengan melakukan penelitian terkait kinerja BKMT ini.

Kepada pengurus BKMT seluruh Indonesia, ia berpesan, bahwa dalam mengurus BKMT dibutuhkan 3 modal utama, yaitu selalu semangat, ikhlas dan loyalitas. Muktamar IX BKMT dibuka Ketua Dewan Pembina BKMT, Prof. Dailami Firdaus.

Sementara Ketua Baznas RI, Prof. Noor Achmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendiri BKMT Prof. Tuty Alawiyah ingin menyusun kurikulum untuk majelis taklim. Ia berharap, 5 tahun masa kerja untuk pengurus yang baru agar bisa menyusun kurikulum untuk majelis taklim.

Pada kesempatan itu, Ketua Baznas mengangkat Ketua Umum BKMT sebagai Duta Baznas. Ia berharap, BKMT membuat UPZ. Shodaqoh yang masuk bisa dimanfaatkan 100 persen untuk BKMT asal dilaporkan, sehingga terjadi kerjasama BKMT dan Baznas. (Laporan Dr. Surayanah, BKMT Provinsi Bali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *