WARGA PENDIS KEMENAG BULELENG DISIPLIN IKUTI UPACARA HARI KEMERDEKAAN SECARA VIRTUAL

BULELENG – Dalam rangka peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, Selasa (17/8/2021), Seksi Pendis Buleleng mengarahkan warga madrasah dan GPAI serta Pokja Pontren untuk mengikuti upacara bendera secara virtual. Kondisi pandemi ini tidak menyurutkan semangat dan upaya pemerintah dalam menyemarakkan kegiatan peringatan Hari Proklamasi RI ke-76.

Kasi Pendis Buleleng, H. Lewa Karma, menginstruksikan semua lembaga dan pegawai binaannya untuk tetap ikut upacara bendera secara virtual di satuan pendidikan (madrasah/sekolah/pesantren) atau di rumah. Hal ini sejalan dengan imbauan dari Kanwil Kemenag Bali dan Kantor Kemenag Buleleng yang mengharapkan semua ASN Kemenag se-Bali untuk ikut serta dalam upacara virtual tersebut.

Ada tiga sesi upacara virtual yang harus diikuti oleh ASN dan warga Kemenag se- Bali, yaitu sesi pertama pada pukul 08.00 Wita mengikuti upacara pengibaran bendera dengan mengikuti live streaming Pemerintah Provinsi Bali. Pada kesempatan ini, tampil Gubernur Bali, I Wayan Koster, sebagai Inspektur Upacara. Kemudian sesi kedua tepat pukul 10.00 WIB (11. 00 Wita) dilakukan upacara Detik-detik Proklamasi dan pengibaran bendera pusaka di Istana Negara juga dilakukan secara virtual dengan mengikuti live streaming Youtube.

Sesi ketiga pada pukul 17.00 WIB (18.00 Wita) dilakukan upacara penurunan bendera pusaka juga dilakukan secara virtual. Dengan demikian, semua ASN (PNS-Non PNS) pada Seksi Pendis Buleleng sehari penuh berada dalam suasana gegap gempita “rasa proklamasi”, karena dari pagi sampai dengan sore harus standbye di depan layar virtual. Namun demikian, Lewa berpesan agar warga Pendis tetap memperhatikan kesehatan, prokes dan bagi yang kurang sehat/kondisi isolasi agar menyesuaikan diri (istirahat).

Untuk mengontrol kegiatan upacara virtual ini, maka dibuatkan pemantuan virtual melalui presensi digital dan pelaporan kolase dokumentasi foto/video tiga sesi upacara virtual tersebut. “Alhamdulillah, semua warga Pendis secara disiplin dan taat mengikuti kegiatan upacara virtual di semua sesi,” kata Lewa.

Korwil IV PP Pergunu ini juga menyampaikan apresiasi kepada segenap warga Pendidikan Islam (madrasah/GPAI dan pontren) yang telah mendukung program tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 RI ini apapun kondisinya harus tetap ada dan khidmat. Penanaman nilai patriotisme, optimisme dan menggali kembali nilai sejarah penting untuk semua warga pendidikan. Untuk itu, ucapan terima kasih kepada segenap warga Pendis atas partisipasi dan dukungannya, sehingga semua bisa memeriahkan hari bersejarah ini.

Pandemi Covid-19 ini telah mengoyak kondisi layanan pendidikan di madrasah/sekolah. Untuk itu “darah pejuang” para guru harus tetap dipompa dalam melayani anak didik. Terlebih pemerintah saat ini masih melanjutkan PPKM level 3-4 wilayah Jawa-Bali. Artinya, kita semua harus sadar dan sabar dalam menjalan tugas profesi juga prokes pencegahan Covid-19.

“Kami sangat mengharapkan niat tulus ikhlas beramal dan kepekaan sosial semua warga Pendis terus mengalir ditengah ujian Covid-19 yang belum berakhir ini,” sahut Lewa.

“Kami mendorong semua warga Pendis tetap menjaga irama dan dedikasi dalam pelayanan terhadap anak didik di madrasah/sekolah dan pontren dengan mengikuti regulasi/edaran Direktorat KSKK dan Pontren. Kita juga harus mencermati regulasi sebagai acuan pelayanan pembelajaran yang orientasinya berbasis virtual.”

“Untuk itu, semua kepala madrasah, pengawas, guru dan juga komite harus bisa bersinergi dengan orang tua/wali siswa dalam merajut tanggungjawab pelayanan secara kolaboratif,” tandas mantan Kepala MIN Singaraja ini.

Lewa mendorong semua guru dan kepala madrasah untuk terus produktif, inovatif dalam berkarya dalam melayani anak didik dengan mengikuti program PJJ, seminar/workshop online demi meningkatkan wawasan dan pengalaman, sehingga kompetensi profesional, kognitif dan pedagogis kita terus bertumbuh. Guru, kepala madrasah dan pengawas diharapkan terus belajar dan peduli dengan kondisi akademik anak didik. Anak didik tidak boleh dijejali dengan tugas individual yang terlalu berat, karena kondisi lingkungan belajar serta instrumen pendukung siswa di rumahnya tidak merata, sehingga madrasah/pontren harus membuka ruang kebijaksanaan dan solusi atas setiap masalah anak didik.

Seiring dengan penekanan layanan pembelajaran virtual dan proporsionalitas materi esensial di madrasah/sekolah dan pontren, Kasi Pendis juga mengajak semua PNS pada madrasah/sekolah untuk membangun kesalehan sosial dengan cara berbagi dan peduli pada sesama. Hal ini sejalan dengan program GeMa BaLi dan Ginasih yang dicanangkan oleh Kanwil Kemenag Bali dan telah diapresiasi oleh Menteri Agama RI.

Untuk itu, fungsi sinergi dan koordinasi semua pihak dalam menumbuhkan layanan terbaik pada anak didik dan masyarakat harus dipupuk dan dikontrol dengan efektif secara kolektif. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *