REMAS, ALTERNATIF PENAKAR DEKADENSI MORAL REMAJA

BULELENG – Remaja masjid (Remas) merupakan alternatif penakar dekadensi (kemosotan) moral remaja. Remas juga dapat mengembangkan kemampuannya dan mengarahkan bakat atau motivasi untuk perubahan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Aktivis Fatayat NU Sukasada 2, Dr. Surayanah, M.Pd., saat mengisi acara pengajian bulanan Remas Taufiq Minallah Seririt, Buleleng, Sabtu (10/4/2021).

“Saya sangat bangga bisa bertemu dengan Remas Taufiq Minallah. Remas Taufiq Minallah adalah remas yang masih aktif dalam menjalankan program kerjanya,” katanya.

Menurut salah satu pelopor perubahan perilaku tersebut, salah satu alternatif penakar kemerosotan moral remaja saat ini adalah adanya pembinaan secara berkesinambungan kepada remaja. Surayanah menjelaskan, agenda bulanan Remas Taufiq Minallah memiliki banyak manfaat positif untuk remaja.

“Remas dapat mengembangkan kemampuannya dan mengarahkan bakat atau motivasi untuk perubahan yang lebih baik lagi. Berbuat baiklah di usia mudamu, kelak kebaikan senantiasa menyertaimu,” pesan jebolan program doktoral Undiksha Singaraja ini.

Surayanah menambahkan, di usia remaja, perbanyaklah berkarya sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.

Remas Taufiq Minallah merupakan wadah kelompok remaja yang berada di lingkungan Masjid Taufiq Minallah, Seririt, Kabupaten Buleleng. Salah satu program kerja Remas Taufiq Minallah adalah mengadakan pengajian rutin tiap bulan.

Saat membuka acara, Fajriyah, menyampaikan bahwa tema agenda bulanan April 2021 yakni “Masa Depan Bangsa Ada di Pundak Remaja. Kegiatan tersebut dihadiri 30 anggota Remas Masjid Minallah, 2 ustadz, dan 1 ustadzah.

Menurut Fajriyah, Remas Taufiq Minallah berada di bawah Yayasan Masjid Taufiq Minallah. Remas ini dibentuk pada 15 Agustus 2020. Strategi awal terbentuknya Remas Taufiq Minallah, yakni pihaknya mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad S.A.W pada 1441 H atau 2020 M di TPQ Masjid Taufiq Minallah.

“Saat acara berlangsung, kami melirik banyak remaja yang hadir. Akhirnya kami berinisiatif untuk mengajak anak-anak remaja tergabung di Remas Taufiq Minallah. Pada masa awal terbentuknya Remas Taufiq Minallah, mengundang 15 orang sebagai calon anggota,” jelasnya.  (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *