SEJARAH JEMBATAN SYARIF TUE LOLOAN

PADA tahun 1901 masyarakat Loloan secara swadaya membangun jembatan dari kayu ulin yang didatangkan langsung dari Kalimantan, yang menghubungkan wilayah timur sungai dengan barat sungai Ijo Gading. Sebelum dibangun jembatan dari kayu ulin ini, masyarakat Loloan sudah pernah membuat jembatan dari bambu, akan tetapi jembatan sering roboh diterjang banjir. Namun pada tahun 1912 jembatan kayu ulin tersebut juga roboh diterjang banjir bandang. Sehingga otomatis sejak tahun 1912 tidak ada jembatan untuk menyeberang sungai Ijo Gading yang membelah Loloan tersebut.

Di tahun 1950 masyarakat bergotong royong membangun jembatan gantung yang lebar 2 meter dan oleh masyarakat jembatan gantung tersebut dinamakan jembatan Sayuti-Malik sesuai nama pahlawan Loloan yang meledakkan tangsi Jepang pada tahun 1945.

Foto Jembatan gantung Sayuti-Malik tahun 1950-1985.

Setiap kali terjadi banjir bandang, jembatan gantung putus diterjang banjir, dan berulang kali masyarakat memperbaiki tali-tali maupun papan kayu lantai jembatan. Pada peristiwa banjir awal tahun 1985, jembatan gantung bukan hanya putus, melainkan hanyut dihantam banjir bandang yang besar sehingga masyarakat tidak bisa lagi memperbaikinya. Melihat kondisi tersebut Bupati Jembrana, I.B. Ardana, kemudian memerintahkan merenovasi jembatan gantung menjadi jembatan Balley yang lebih dikenal dengan nama Jembatan Kuning.

Foto Jembatan gantung Sayuti-Malik tahun 1950-1985.

Jembatan balley dengan lebar 4 meter memiliki rangka besi dan seluruh rangkanya dicat kuning, sehingga oleh masyarakat disebut Jembatan Kuning (1985–1997). Pada saat itu, jembatan kuning sudah dapat dilalui oleh dokar dan sepeda motor.

Ketika Kabupaten Jembrana dipimpin oleh Bupati I.B. Indugosa, dilakukan pembangunan jembatan yang permanen. Jembatan kuning yang sudah tua diganti jembatan permanen sepanjang 20 meter. Pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan wilayah Loloan Barat dan Loloan Timur ini dikerjakan oleh kontraktor CV Damai (H. Yahya Al Habsy) sejak 23 Mei 1997 dan selesai pada tanggal 22 Desember 1997, dan diresmikan pada hari Jum’at tanggal 13 Pebruari 1998/16 Syawal 1419 Hijriyah oleh Gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Oka. Jembatan itu diberi nama Jembatan Syarif Tua Loloan, untuk mengingat jasa jasa dan peranan penting dari Syarif Tua yang mendirikan Desa Loloan di masa silam (Wajah Potret Loloan 1922, 2017).

Jembatan Balley periode tahun 1985-1995.

Jembatan Syarif Tua Loloan 1998 s/d sekarang.

Prasasti Jembatan Syarif Tua Loloan sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *