MUHAMMADIYAH BULELENG GELAR REFLEKSI MILAD KE-108

BULELENG – Merayakan milad ke-108, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Buleleng menggelar refleksi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Buleleng, Sabtu (28/11/2020) malam. Pada saat itu juga di-launching tiga amal usaha baru, yakni portal Suara Dakwah Muhammadiyah Buleleng, Baitul At-Ta’awun Muhammadiyah, dan Kedai Kopi Ikhlas Mu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDM Buleleng, M. Ali Susanto, para sesepuh dan pengurus PDM Buleleng seperti Amoeng A Rachman, Sudirman, dr. Rizani, Imam Syafii, Sutrisno, Sudarmo dan Muwafiqni. Juga hadir pimpinan Aisyiyah Buleleng, pimpinan Pemuda Muhammadiyah Buleleng, pimpinan IMM, pimpin ortom di lingkungan Muhammadiyah Buleleng, serta puluhan kader dan simpatisan Muhammadiyah Buleleng.

Ketua Panitia Milad ke-108 Muhammadiyah Buleleng, Sudarmo, mengatakan, acara refleksi tersebut ditandai dengan di-launchingnya tiga amal usaha Muhammadiyah Buleleng. Yakni portal Suara Dakwah Muhammadiyah Buleleng, Baitul At-Ta’awun Muhammadiyah yang merupakan dari koperasi sebelumnya, serta Kedai Kopi Ikhlas Mu.

“Kedai Kopi Ikhlas Mu ini merupakan pembangkitan kembali AngkringanMu yang sebelumnya sangat dikenal di seantero Bali,” papar Sudarmo.

Sementara Ketua PDM Buleleng, Ali Susanto, mengatakan, peringatan milad ke-108 Muhammadiyah dilaksanakan untuk merefleksi kembali perjalanan Muhammadiyah di Buleleng. Ia meminta kepada para warga Muhammadiyah, terutama para sesepuh untuk memberikan evaluasi dan masukan.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik dan dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan, kritik dan nasehat sebagai pedoman untuk gerak langkah selanjutnya,” kata Ali Susanto.

Pada kesempatan itu, sesepuh Muhammadiyah, Sudirman menilai, kepemimpinan Ali Susanto cukup bagus selama lima tahun berjalan. Ia mengusulkan agar kepemimpinan Ali Susanto dilanjutkan ke periode berikutnya.

“Beliau mampu menggandeng semua golongan untuk ikut andil dalam mengabdikan diri di Muhammadiyah dan mampu menjadikan Muhammadiyah Buleleng jauh lebih baik lagi,” kata Sudirman.

Hal senada disampaikan sesepuh Amoeng A. Rachman. Namun, Amoeng juga memberikan kritik bahwa selama ini tradisi perdebatan intelektual di kalangan pemuda Muhammadiyah Buleleng belum tampak. Karena itu, ia berharap hal itu bisa diagendakan ke depannya, misalnya dengan sering menggelar diskusi atau bedah buku.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Buleleng, Dr. Siti Maryam, juga memberi apresiasi kepada kepemimpinan Ali Susanto. Apalagi kini Muhammadiyah Buleleng memiliki SD Muhammadiyah Singaraja, selain SMP dan SMA Muhammadiyah yang sudah ada. Dr. Siti Maryam juga memberikan masukan terhadap keberadaan portal Suara Dakwah Muhammadiyah Buleleng (www.suaradakwahmubuleleng.com). Menurutnya, semua aktivitas Muhammadiyah, termasuk sejarah dan semua amal usahanya, harus mewarnai portal yang baru di-launching tersebut. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *