BERTAHAN HIDUP DI RANTAU SAAT PANDEMI COVID-19 DENGAN USAHA SABLON

KISAH MAHASISWA UNDIKSHA DARI TANAH JAWA DI SINGARAJA

SINGARAJA – Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, mahasiswa perantau asal Bojonegoro, Jawa Timur, Riko Alrizal Setiawan, tak hanya diam pasrah diri. Namun, mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Ganesha, mengembangkan Semangat dengan berwirausaha.

Riko dkk dengan usaha sablonnya. Foto: Samsul

Pandemi Covid-19 membuatnya kesulitan keuangan di tanah perantauan. Kiriman dari orangtua seret. Karena di kampung, orangtuanya pun terpuruk akibat terjangan pandemi Covid-19. Riko memang memilih tetap di Singaraja, tidak pulang ke kampungnya di Bojonegoro.

Kondisi ekonomi yang terpuruk membuat Riko memutar otak. Ia tidak ingin hanya menggantungkan hidup dari kiriman orangtuanya. Dilihatnya beberapa peluang usaha. Akhirnya, peluang itu terlihat. Riko membuka usaha sablon.

Ia menerima penyablonan berbagai bahan. Mulai baju, jaket, masker dan topi. Dan, ternyata lumayan hasilnya. Riko bisa mengumpulkan uang rata-rata Rp 1 juta dalam satu bulan. Sebuah jumlah yang lumayan bagi seorang mahasiswa.

Usaha sablon tersebut sebenarnya dilakoni Riko sejak Maret tahun 2019. Tempatnya di Jl. Sudirman, G. 2 No. 15 Banyuasri, Singaraja. Namun, selama ini belum begitu serius. Sablonnya hanya manual. Setelah pandemi Covid-19 menerjang, Riko lebih serius mengembangkan usaha sablonnya. Ia melengkapi peralatan sablonnya.

Ia bahkan mengajak teman-teman kuliahnya untuk mengembangkan usaha sablonnya. Mereka antara lain Bagus, Lisin, Faruq, dan Anggis. Mereka juga tetap tinggal di perantauan, meskipun pandemi Covid-19 tengah melanda. Ada setidaknya 10 mahasiswa yang ikut bergabung dalam usaha sablon tersebut. Mereka kuliah di beberapa jurusan di Undiksha Singaraja, seperti jurusan Sejarah dan Pendidikan Olahraga.

Hasil usaha sablon itu lumayan. “Dengan usaha sablon ini kami dapat memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dalam perantauan,” papar Riko.

Setidaknya mereka bisa meringankan beban orangtua. Selain itu, mereka juga bisa mengembangkan kreativitas skil berwirausaha, yang tentu akan bermanfaat kelak. Setidaknya mereka mempunyai jiwa kewirausahaan. (Samsul Arifin, Singaraja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *