PERGUNU SARANKAN PRESIDEN JOKOWI GANTI MENDIKBUD

YOGYAKARTA – Menyikapi persoalan dunia pendidikan Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini nyatanya tak segampang yang dibayangkan. Banyak persoalan pendidikan di arus bawah yang menjadi tantangan Mendikbud tak dapat diselesaikan dengan baik. Terjadi simpang siur kebijakan, bahkan statemen Mendikbud kerap membuat masyarakat gusar.

Ahmad Zuhri

Persoalan PPDB Online yang carut marut, kebijakan Organisasi Penggerak yang syarat kepentingan, belum lagi konsep Merdeka Belajar yang sesungguhnya tak merdeka. Pantas saja jika para tokoh dan penggiat pendidikan Indonesia, salah satunya Prof. Azyumardi Azra, memberikan rapor merah kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Ketika dikonfirmasi terkait pandangannya terhadap kinerja Mendikbud, Wasekjen PP PERGUNU, Ahmad Zuhri, menyampaikan bahwa tak ada yang istimewa dari kebijakan-kebijakan yang diambil Mas Nadiem. Justru, kata dia, banyak terjadi distorsi dan kontroversi dalam dunia pendidikan, seperti tak jelasnya kebijakan yang menyangkut daerah 3T, Kampus Merdeka, peningkatan kompetensi, kesejahteraan guru, dan lainnya.

“Justru ini arahnya kebalikan dari yang diharapkan. Banyak kebijakan yang tak dapat diserap oleh masyarakat kita. Kita ingat betul harapan Pak Jokowi bahwa pembangunan dimulai dari daerah terluar, nyatanya Mas Nadiem tak bisa menangkap pesan itu,” ujarnya.

Ahmad Zuhri menduga, karena Mendikbud Nadiem tak melihat langsung kondisi di bawah, sehingga tidak paham bagaimana mengurus substansinya. “Wah panjang, belum lagi kita bahas insfrastruktur pendidikan yang masih memprihatinkan,” katanya.

Ia menilai, Mendikbud tidak peka terkait keadaan di bawah. Guru bukan semakin pintar dan sejahtera, justru semakin bingung. “Imbasnya ya ke siswa-siswi kita,” ujarnya.

Ketika ada wacana reshuffle kabinet, PERGUNU berharap Presiden Jokowi benar-benar serius melihat kinerja Mendikbud, Nadiem Makarim. “Harus di-cross check suara-suara di lapisan bawah masyarakat yang terdampak dari buruknya kebijakan Mendikbud ini. Bagaimana bisa angin segar yang diusung Mas Menteri ini justru menyusahkan masyarakat,” tandas Ahmad Zuhri. Menurutnya, Nadiem mengajak bangsa kita untuk berlari meninggalkan ketertinggalan pendidikan, tapi justru dia melarikan diri dari pokok persoalan pendidikan kita. “Saran saya, ganti saja menterinya, banyak tokoh NU yang mumpuni. Lagian konsep Merdeka Belajar yang terlihat bombastis itu nyatanya bukan milik Kemendikbud, melainkan pihak lain yang sudah mendaftarkan patennya, lalu mas Menteri kerjanya ngapain?” pungkasnya, sambil bertanya serius. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *