ALI BIN ABI THALIB: KENALI KEBENARAN, MAKA AKAN TAHU ORANG-ORANG YANG BENAR

“JANGANLAH engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tidak suka mendengarnya jika orang mengucapkannya kepadamu.”

“Lidah orang yang berakal berada berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang yang bodoh berada di belakang lidahnya.”

“Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat”.

Tiga kalimat indah tersebut merupakan quot-quot dari tokoh besar Islam Ali Bin Abi Thalib. Ali Bin Abi Thalib merupakan khalifah Islam keempat setelah Abu Bakar As Sidiq, Umar Bin Khattab, dan Usman Bin Affan. Ali dikenal sangat jenius. Ia punya watak kesatria, dan berpengetahuan luar biasa, sehingga dikenal dengan Bapak Ilmu Pengetahuan Islam.

Ali dilahirkan di Makkah pada tahun ke-13 tahun Gajah. Ia anak dari Abi Thalib, paman dari Nabi SAW, dari suku Bani Hasyim. Kehidupan ditempa langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Ia mempunyai keberanian luar biasa dalam berperang, sehingga dijuluki “Singa Tuhan”.

“Kenali kebenaran, maka kamu akan tahu orang-orang yang benar. Tidak diukur oleh orang-orangnya, tetapi manusia diukur oleh kebenaran.”

Itulah quot indah lainnya dari Ali Bin Abi Thalib. Suatu ketika ada dua wanita yang bertengkar memperebutkan seorang bayi laki-laki. Masing-masing mengklaim bayi tersebut adalah anaknya. Kedua wanita itu kemudian dibawa menghadap Ali. Setelah mendengar penjelasan dari kedua wanita tersebut, Ali memerintahkan agar bayi tersebut dipotong-potong.

Mendengar hal itu, salah seorang wanita secara reflek langsung menangis dan memohon kepada Khalifah Ali untuk menyelamatkan bayi tersebut. Khalifah akhirnya menyerahkan bayi tersebut kepada wanita itu, yang merupakan ibunya yang sejati.

Keponakan Nabi SAW tersebut merupakan sosok yang saleh, jernih pikirannya dan mempunyai daya imajinasi yang luar biasa. Sebagai khalifah, ia sangat satria, ramah dan sabar. Dia suka menolong orang yang lemah dan mengganti rugi orang yang dirugikan.

“Kesalahan terburuk kita adalah ketertarikan kita pada kesalahan orang lain.”

 “Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah.”

Kalimat-kalimat tersebut disampaikan Ali Bin Ali Thalib untuk mengingatkan manusia untuk tidak selalu mengurusi kesalahan orang lain. Karena kalau ia terpuruk mengurusi kesalahan orang lain, maka sebenarnya orang yang lemah. Orang yang lemah dalam hidupnya hanya bisa bergunjing.

Orang yang suka bergunjing sering terjerumus ke dalam fitnah. Oleh karena itu, Ali Bin Abi Thalib mengingatkan, “Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.”

Ali Bin Abi Thalib dikenal sebagai khalifah yang kesatria, ramah dan sabar. Ia selalu siap menolong orang yang lemah dan mengganti rugi orang yang dirugikan. Berikut quot Ali Bin Abi Thalib tentang kesabaran.

“Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau inginkan dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.” Bagi Ali “Memaafkan adalah kemenangan terbaik.” Karena itu, kata Ali “Yang paling mampu memaafkan ialah orang yang paling berkuasa untuk menghukum.” Seorang pemaaf dilukiskan oleh Ali Bin Ali Thaib sebagai “Jadilah seperti bunga yang memberikan keharumannya bahkan pada tangan yang menghancurkannya.” Ali juga mengingatkan dalam memilih teman. Lihat quot-nya berikut ini. “Teman sejati adalah orang yang melihat kesalahan, memberimu nasihat dan yang membelamu saat kamu tidak ada.” Selain itu, “Seorang teman tidak dapat dianggap sebagai teman sampai ia diuji dalam tiga kesempatan: saat dibutuhkan, di belakangmu, dan setelah kematianmu.” (ms, dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *