USMAN BIN AFFAN: APA YANG DIAMBIL DARI RAKYAT UNTUK KESEJAHTERAAN MEREKA

KETIKA kendali pemerintahan dipercayakan kepadaku, aku pemilik unta dan kambing paling besar di Arab. Sekarang aku tidak mempunyai kambing dan unta lagi, kecuali dua ekor untuk menunaikan ibadah haji. Demi Allah, tidak ada kota yang aku kenakan pajak di luar kemampuan penduduknya sehingga aku dapat disalahkan. Dan apapun yang telah aku ambil dari rakyat, aku gunakan untuk kesejahteraan mereka sendiri. Hanya seperlima bagian yang aku ambil untuk keperluan pribadi (yaitu yang dari Baitul Mal). Di luar itu tidak ada. Uang itu dibelanjakan untuk orang yang pantas menerimanya, bukan untukku, tapi untuk kaum Muslimin sendiri. Tidak satu sen pun dana masyarakat disalahgunakan. Aku tidak mengambil apapun dari dana tersebut. Bahkan apa yang aku makan, dari nafkahku sendiri.”

Demikianlah quot favorit dari tokoh besar Islam, yang merupakah khalifah ketiga pemerintahan Islam awal, Usman Bin Affan. Ia lahir di kota Makkah. Usman Bin Affan mendapat julukan Zunnurrain karena ia mengawini dua anak perempuan Nabi Muhammad SAW berturut-turut. Usman termasuk dalam keluarga besar Umayyah dari suku Quraisy. Pertaliannya dengan Nabi Muhammad SAW pada generasi kelima.

Khalifah Usman terutama dikenal karena integritas dan kesederhanaannya. Sikapnya rendah hati. Ia juga sangat dikenal karena kejujurannya. Bahkan musuhnya sekalipun mengakui kejujuran Khalifah Usman.

Sebelum dan sesudah menjadi khalifah, Usman Bin Affan terkenal kedermawannya. Semasa awal-awal Islam datang, Usman telah menyumbangkan sejumlah uang yang sangat berharga bagi perkembangan agama Islam. Seluruh harta bendanya diserahkan untuk digunakan Nabi Muhammad SAW dalam dakwah Islam.

Kedermawanan Usman sangat luar biasa. Ketika terpilih menjadi khalifah, ia tidak mengambil apapun dari baitul mal. Justru ia yang melayani rakyatnya dengan hasil usaha dagangnya sendiri.

Prestasi terbesar dalam kepemimpinan Khalifah Usman adalah terhimpun dan terstandarisasinya Al Quran. Dengan wilayah pemerintahan yang sangat luas, memang ada perbedaan pengucapan dan dialek cara membaca Al Quran di masing-masing daerah. Karena itu, Khalifah Usman memerintahkan untuk melakukan penyusunan Al Quran standar, yang seperti kita kenal sekarang. Al Quran standar itulah yang memberi tuntunan kesatuan pengucapan bait-bait secara baik dan benar di seluruh dunia.

Semasa pemerintahan Khalifah Usman, kegiatan pembangunan sangat gencar. Di seluruh wilayah Islam yang luas itu dibangun daerah pemukiman, jembatan-jembatan, jalan-jalan, masjid-masjid dan wisma-wisma tamu, serta kota-kota baru yang kemudian tumbuh dengan pesat.

Semua jalan yang menuju ke Madinah dilengkapi dengn kafilah dan fasilitas bagi para pendatang. Masjid Nabi di Madinah yang terbuat dari tembok diperluas. Tempat persediaan air minum yang luas dibangun di Madinah dan di kota-kota padang pasir lainnya. Ladang-ladang peternakan unta dan kuda dibuka secara besar-besaran.

Khalifah Usman juga tetap mempertahankan Dewan Pertimbangan yang terdiri dari para sahabat Nabi yang termasyhur, seperti sebelumnya. Dewan tersebutlah yang selalu memberikan nasihat kepada khalifah tentang berbagai masalah penting. Seperti para pendahulunya, Khalifah Usman setiap waktu siap menerima kedatangan warganya yang paling hina sekalipun.

Khalifah juga sangat mencinta umat Muslim dan sangat tidak menginginkan terjadi konflik apalagi pertumpahan darah antarsesama kaum Muslimin. Ketika pemberontak mengepung kota Madinah, para penduduk Madinah ingin membela khalifahnya sampai titik darah penghabisan. Namun Khalifah Usman tidak menyetujuinya. Ia tidak menginginkan timbulnya pertumpahan darah di kalangan kaum Muslimin. Di hadapan para pemberontak Khalifah Usman saat itu berpidato, ”Adapun perkara mati, saya tidak takut, dan soal mati bagiku hal mudah. Soal bertempur, kalau aku menginginkannya, ribuan orang akan datang mendampingiku berjuang. Tapi aku tidak mau menjadi penyebab tertumpahnya darah, walau setetespun, darah kaum Muslimin”. (ms, dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *