ABU BAKAR AS-SHIDDIQ: JIKA SAYA TAK PATUH PADA ALLAH DAN RASULNYA, JANGAN PATUH PADAKU

“SAUDARA-SAUDARA, sekarang saya telah terpilih sebagai pemimpin meskipun saya tidak lebih baik dari siapapun di antara kalian. Bantulah saya apalagi saya berada di jalan yang benar, dan perbaikilah saya apabila saya berada di jalan yang salah. Kebenaran adalah suatu kepercayaan. Kesalahan adalah suatu pengkhianatan. Orang yang lemah di antara kalian akan menjadi kuat bersamaku sampai (insya Allah) kebenarannya terbukti. Dan orang yang kuat di antara kalian akan menjadi lemah bersamaku sampai (insya Allah) kuambil apa yang menjadi haknya. Patuhlah kepadaku sebagaimana aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika saya tidak mematuhi-Nya dan Rasul-Nya, janganlah sekali-kali kalian patuh kepadaku.”

Itu quot terkenal dari Abu Bakar As-Shiddiq, sesaat setelah terpilih menjadi khalifah pertama dalam kekhalifahan Islam setelah wafatnya Rasul Muhammad SAW. Quot yang menunjukkan seperti apa sosok Abu Bakar. Quot yang menampakkan kerendahan hatinya, dan siap memimpin dengan penuh kebenaran dan tanggungjawab. Quot yang menyiratkan sikap demokrat Sang Khalifah.  

Karena itu, tak salah kalau para sejarawan Muslim menilai bahwa Abu Bakar As-Shiddiq merupakan peletak dasar demokrasi yang sebenarnya di dunia ini. Pada masa pemerintahannya, kekuasaan tertinggi memang berada di tangan khalifah. Dan waktu itu seorang khalifah, bisa saja menjadi seorang raja yang sangat kuat.

Namun, pada prakteknya, Khalifah Abu Bakar berjalan hilir-mudik tanpa pengawal ataupun teman. Sahabat setia Rasulullah Muhammad SAWA itu biasa makan makanan yang sederhana, dan memakai pakaian yang sederhana juga. Rakyat awam pun dapat menghubunginya setiap waktu di siang hari dan dapat menanyakan segala tindakannya secara terbuka.

Abu Bakar As-Shiddq lahir di Mekkah, yakni dua setengah tahun setelah Tahun Gajah. Atau lima puluh setengah tahun sebelum dimulainya tahun Hijriyah. Ia merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat setia. Sosok ini dapat gelar As-shiddiq, orang yang terpercaya.

Abu Bakar termasuk orang pertama masuk Islam. Ia percaya begitu saja akan tawaran Nabi untuk masuk agama baru itu. Sampai-sampai Rasulullah Muhammad menujinya, “Apabila saya menawarkan agama Islam kepada seseorang, biasanya orang itu menunjukkan keragu-raguannya sebelum memeluk agama Islam. Tapi Abu Bakar merupakan suatu pengecualian. Dia memeluk agama Islam tanpa ada sedikit pun keragu-raguan pada dirinya”.

Selain itu, Abu Bakar merupakan saudagar kaya-raya yang sangat dermawan. Ia menyerahkan seluruh hartanya untuk keperluan dakwah Islam yang dilaksanakan Nabi. Ia membeli dan membebaskan sejumlah budak, termasuk Bilal.

Ketika Nabi mengumumkan membutuhkan biaya untuk membiayai pelaksanaan dakwahnya di Madinah, Abu bakar menyumbangkan seluruh harta kekayaannya. Ketika Nabi menanyakan apakah ada yang ditinggalkan untuk keturunannya, Abu Bakar menjawab, “Yang saya tinggalkan untuk anak-anak saya hanya Allah dan Rasul-Nya”.

Karena itu, Rasulullah Muhammad SAW juga memuji. “Saya tidak tahu apakah ada orang yang melebihi Abu Bakar dalam kedermawannya,” kata Nabi.

Di antara tokoh Islam awal, Abu Bakar dikenal sangat piawai dalam berpidato, selain Ali Bin Abi Thalib. Pesan-pesannya menyentuh perasaan para Sahabat Nabi. Suatu ketika Abu bakar pernah menyampaikan pesan kepada Khalid bin Walid. “Cobalah jauhi kemegahan, karena kemegahan itu yang akan mengejar Anda. Carilah kematian, maka kehidupan yang akan diberikan kepada Anda”.

Dalam catatan sejarah Islam, Abu Bakar-lah yang memerintahkan pembuatan tuntunan moral bagi tingkah laku prajurit Islam. Di masa kekhalifahan Abu Bakar, tentara Muslim diperintahkan mengikuti tuntunan itu. Abu Bakar mengatakan kepada para prajurit Islam, “Jangan melakukan penyelewengan. Jangan menipu orang. Jangan ingkar kepada atasan. Jangan memotong bagian badan manusia. Jangan membunuh orang-orang tua, para wanita dan anak-anak. Jangan menebang dan membakar pohon buah-buahan. Jangan membunuh hewan kecuali disembelih untuk dimakan. Jangan menganiaya para pendeta Kristen. Jangan lupa kepada Allah atas karunia-Nya yang telah Anda nikmati”.

Di awal jadi khalifah, Abu Bakar tidak meninggalkan usaha dagangnya yang telah dirintis oleh kakeknya. Meskipun sudah menjadi khalifah, ia tetap menggotong lembar-lembar kain di atas pundaknya untuk dijual di pasar-pasar Madinah. Itu dilakukan pada enam bulan pertama sejak Abu Bakar diangkat sebagai khalifah. Setelah itu, karena tugas-tugas kekhalifahan yang menyita banyak waktu, tidak ada lagi waktu untuk menjalani usaha pribadinya itu.

Setelah itu ia disarankan untuk menerima uang tunjangan. Dewan Muslimin menetapkan uang tunjangan dalam statusnya sebagai warga negara biasa. Abu Bakar harus memberikan baju-baju bekas miliknya untuk ditukarkan dengan yang baru dari baitul mal (perbendaharaan umum).

Dalam menerima bantuan uang dari baitul mal, Abu Bakar mengambil secukupnya untuk keperluan hidup minimal setiap hari. Suatu ketika istri Abu Bakar minta manisan. Namun Abu Bakar tidak punya uang lebih untuk membelinya. Istrinya punya tabungan beberapa dirham selama dua minggu menabung. Uang itu diberikan kepada kepada Abu Bakar untuk membeli manisan.

Melihat uang tersebut, Abu Bakar mengatakan kepada istrinya bahwa tabungan itu ada karena dirinya mengambil uang bantuan baitul mal melebihi yang mereka butuhkan. Abu Bakar kemudian mengembalikan uang tabungan itu ke baitul mal. Dan di hari-hari berikutnya ia mengurangi mengambil bantuan uang dari baitul mal.

Itulah akhlak Abu Bakar. Namun, ia tak pernah mabuk pujian. Bahkan ketika ada orang memujinya, Abu Bakar justru memohon ampun kepada Allah. “Ya Allah! Engkau lebih tahu akan diriku daripada aku sendiri. Dan aku mengetahui diriku sendiri lebih daripada orang-orang ini. Ampunilah dosa-dosaku yang tidak mereka ketahui. Dan janganlah mengakibatkan aku bertanggungjawab atas pujian mereka.”   Tokoh besar Islam awal itu meninggal pada 23 Agustus 634 M dalam usia 63 tahun. Abu Bakar menjadi khalifah Islam selama dua tahun, tiga bulan, dan sebelas hari. (ms, dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *