KAMUS BASE LOLOAN, UPAYA MELESTARIKAN BAHASA MELAYU LOLOAN NEGARA

ADA dua ikon yang dimiliki masyarakat Kampung Loloan, Negara, Kabupaten Jembrana. Kedua ikon tersebut yakni Rumah Panggung dan Omong Kampung (Base) Loloan. Keduanya masih bisa dijumpai, dirasakan dan bisa dilangsung hingga sekarang.

Omong Kampung Loloan atau Base Loloan merupakan campuran bahasa Melayu Pontianak dan Makassar. Sejarah singkatnya dapat dijelaskan bahwa pada masa perniagaan Nusantara, bahasa Melayu dipergunakan sebagai pengantar di setiap bandar/pelabuhan. Di Loloan terdapat Bandar Pancoran yang dipimpin oleh Daeng Nachoda pada tahun 1669 Masehi. Komunitas Bugis Makassar tersebut kemudian membentuk perkampungan di sekitar bandar, yang dinamakan Kampung Pancoran (sekarang Kampung Terusan, Loloan Barat).

Untuk mengajarkan agama, Daeng Nachoda sempat mendatangkan seorang ulama untuk mengajar di Bandar Pancoran. Sejak tahun 1800 Masehi, mulailah masa masuknya ulama-ulama asal Trenggano, Malaysia yang  datang bersama Syarif Abdullah Al Qadry (Syarif Tue). Ulama tersebut mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa Melayu yang bertuliskan Arab Pegon. Dari sanalah bahasa Melayu menjadi bahasa sehari-hari warga Loloan.

Seiring perkembangan zaman, Base Loloan bukan tidak mungkin akan tergerus. Oleh karena itu, banyak cara dilakukan oleh generasi muda Loloan untuk melestarikan Base Loloan. Misalnya, dengan tetap mengaji di atas rumah panggung dengan teknik pengajaran tetap memakai bahasa Melayu. Juga pelestarian lewat kesenian, baik hadrah, burdah, dll, yakni dengan menyelipkan syair-syair berbahasa Melayu Loloan (Base Loloan).

Pada tahun 2013, muncul kegelisahan dalam dirinya saya. Apa yang harus dilakukan untuk melestarikan Base Loloan. Akhirnya saya susun Kamus Base Loloan. Kamus ini saya pasang di depan Makam Buyut Lebai. Dan beberapa saya cetak sendiri untuk diberikan kepada kawan-kawan yang memang memerlukan kamus tersebut. Ada juga dalam bentuk file pdf yang saya share via WA.

Saya berharap, semoga penyusunan Kamus Base Loloan (guyup Bugis, Makassar, Melayu) ini dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak, dan dapat bermanfaat bagi generasi mendatang, serta sebagai khazanah perbendaharaan untuk guyup Bugis, Makassar dan Melayu di Loloan pada umumnya.

Dalam penyusunan kamus, hal yang paling menantang adalah kebosanan untuk penyusunannya karena kosa kata sebuah bahasa tidak bisa diperhitungkan bahkan melebihi dari apa yang kita harapkan. Unsur Bahasa Arab banyak ditemukan dalam pemakaian bahasa Melayu Loloan Bali, karena bahasa itu juga digunakan dalam ceramah maupun pengantar pengajian dan sebagai lambang identitas Islam di Jembrana.

Selain itu, bahasa Melayu tersebut juga ditemukan dalam naskah perjanjian, yaitu naskah Encik Ya’qub yang berangka tahun 1268 Hijriah atau 1848 Masehi.  Naskah ini berbahasa Melayu dan menggunakan huruf Arab. Naskah itu berisi pesan (wasiat) Encik Ya’qub yang mewakafkan sebidang sawah dengan penjelasannya untuk masjid Jembrana atau masjid Baitul Qadim sekarang. (ms)

One thought on “KAMUS BASE LOLOAN, UPAYA MELESTARIKAN BAHASA MELAYU LOLOAN NEGARA

  • 25 April 2021 pada 11:08
    Permalink

    Assalamualaikum,

    Saya mau tanya, bagaimana cara memesan kamus ini? Boleh dijawab via e-mail yang tercantum.

    Terima kasih banyak.

    Wassalamualaikum

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *