ISRA MI’RAJ DI PEGAYAMAN DIISI PEMBACAAN KITAB DARDIR

PERINGATAN Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H di Masjid Jamik Safinatussalam Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (21/3/2020).

BULELENG – Warga Muslim Desa Pegayaman melaksanakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H di Masjid Jamik Safinatussalam Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (21/3/2020). Acara peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi dengan pembacaan kitab kuning Dardir.

Kegiatan keagamaan tersebut dibuka Ketua Umum Pengurus Masjid Jamik Safinatussalam Desa Pegayaman Rabihudin, M.Pd.I. Hadir dalam acara tersebut tokoh-tokoh Pegayaman dan masyarakat Desa Pegayaman.

Dalam sambutannya saat membuka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad tahun 1441 H tersebut, Rabihudin mengatakan, acara peringatan Isra Mi’raj merupakan salah satu acara keagamaan yang menjadi tradisi adat istiadat masyarakat Muslim Desa Pegayaman. Acara tersebut diisi dengan pembacaan kitab kuning Dardir hingga sekitar pukul 02.00 dini hari.

Kitab kuning Dardir berisi tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan Isra Mi’raj. Yakni perjalanan spiritual dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, serta dari Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat.  

“Tradisi adat istiadat dengan membaca kitab Dardir sampai larut malam ini harus dijaga kelestariaannya, walaupun tahun ini kita sedang dalam kondisi prihatin terhadap wabah Covid-19,” kata Rabihudin.

Pembacaan kitab kuning Dardir dipimpin oleh Penghulu/Imam Desa Pegayaman yang juga selaku Ketua Adat Desa Pegayaman, Guru H. Abdul Ghofar Ismail. Setelah itu dilanjutkan oleh guru-guru ngaji secara bergantian sampai selesai, sekitar pukul 02.00 dini hari.

Kitab Dardir tersebut berbahasa Arab. Selain dibacakan dalam bahasa Arab, juga diterjemahkan ke bahasa Bali agar warga mengerti isinya.

Hadir dalam acara peringatan Isra Mi’raj tersebut, Perbekel Desa Pegayaman, Asghor Ali. Dalam sambutannya, Perbekel Asghor Ali menyampaikan perlunya masyarakat Muslim Pegayaman ikut dan taat terhadap imbauan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Sementara tokoh muda Pegayaman, Muhammad Qosim, mengatakan, generasi muda Pegayaman sangat antusias mengikuti acara Isra Mi’raj tersebut. “Ini sebagai wujud untuk menjaga tradisi dan mendapat barokah dari pengajian ini,” kata Qosim.

Di akhir acara dibagikan nasi bungkus atau disebut “berkat” kepada warga Pegayaman untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga di rumah. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *