ANTISIPASI COVID-19, MDMC BULELENG SEMPROT DESINFEKTAN AREA PUBLIK

TIM Aksi Semprot Desinfektan MDMC Buleleng melakukan penyemprotan desinfektan di salah satu masjid.

SINGARAJA – Sebagai wujud kepedulian untuk pencegahan penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Buleleng bergerak cepat dengan membentuk Tim Aksi Semprot Desinfektan. Tim tersebut melakukan penyemprotan cairan desinfektan di beberapa titik yang menjadi area bagi publik sejak Kamis (19/3/2020) hingga Minggu (22/3/2020).

Ketua MDMC Kabupaten Buleleng, Ferry Sarjono, mengatakan, pembentukan tim tersebut sebagai wujud nyata peran MDMC bersama Lazismu Buleleng mengatasi problem umat yang kini tengah dilanda kecemasan wabah Corona. Kondisi tersebut berpotensi menyebar dengan cepat jika tidak dicegah dengan langkah yang tepat.

‘‘Ini sumbangsih dari MDMC Buleleng yang juga bersinergi dengan Lazismu Buleleng dalam menangani permasalahan wabah Corona di tanah air,’’ kata Ferry.

Menurut Ferry, area publik pertama yang disemprot adalah Masjid Taqwa dan SMA Muhammadiyah 2 Singaraja pada Kamis (19/3). Kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya hingga hari Minggu (22/3). Terhitung sudah ada 11 lokasi area publik yang telah disemprot desinfektan oleh tim tersebut.

Dikatakan, tim berjumlah 10 orang yang dibekali dengan alat penyemprot dan cairan desinfektan. Masyarakat pun merasa senang dengan apa yang telah dilakukan Tim Aksi Semprot Desinfektan tersebut.

‘‘Semoga langkah kecil kami bersama Lazismu ini sedikit mengurangi menyebarnya wabah Corona di area publik. Salah satunya adalah tempat beribadah. Sehingga umat tak perlu khawatir pergi beribadah karena telah aman dan steril,” kata Ferry, dengan bersemangat.

BEBERAPA anggota Tim Aksi Semprot Desinfektan MDMC Buleleng

Namun demikian, kata dia, masyarakat harus tetap selalu waspada dan berhati-hati serta tidak menganggap remeh wabah virus Corona ini. “Serahkan semuanya kepada Allah Yang Maha Kuasa,” katanya.

Seperti diketahui, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Buleleng terus bertambah. Jika sebelumya jumlah ODP di Buleleng hanya 140 orang, kini jumlah ODP bertambah menjadi 221 orang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, saat menyampaikan perkembangan 4 pasien dalam pengawasan (PDP) diduga suspect Covid-19 pada Sabtu (21/3). Ia menjelaskan, sampai saat ini, ada 18 orang diisolasi di RS Pratama Girimas, Sawan. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *