INGIN JADI PENGUSAHA SUKSES, HARUS AMANAH DAN TANPA RIBA

SINGARAJA – Untuk menjadi pengusaha sukses dan Islami harus amanah serta tanpa riba. Itulah salah satu kiat sukses pengusaha yang juga Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah Bali, H. Ismoyo S Soemarlan, saat menjadi pembicara dalam acara Pengajian Ahad Pagi (PAP) yang digelar PD Muhammadiyah Buleleng, di Masjid Al Manar Singaraja, Ahad (15/3/2020).
Dikatakan, amanah sangat penting dalam menjalankan kehidupan. Amanah itu bukan hanya untuk atasan, bahkan bagi pengusaha, amanah itu dari atasan kepada bawahan.
Selain itu, untuk menjadi pengusaha jangan menggunakan uang riba. Menurut Ismoyo, dirinya tidak pernah menggunakan uang pinjaman uang dari bank dalam menjalankan bisnisnya.
“Saya tidak ada pinjaman uang sama sekali. Saya tidak mau makan uang riba. Investasi saya tidak menggunakan uang bank,” kata Ismoyo yang juga Ketua Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali ini.
Kepada para pemuda dan mahasiswa, Ismoyo mengingatkan untuk selalu menjadi pelajar atau mahasiswa yang bagus. Itu untuk modal bisa bekerja dengan bagus di masa depan.
“Bekerja yang bagus itu sekolahnya harus yang bagus dulu. Kalau ingin jadi orang sukses maka harus jadi mahasiswa yang baik,” kata pemilik Uma Sana Villa, jebolan Universitas Islam Indonesia (UII) dan Cornel University Australia ini.
Ismoyo kini memang tergolong pengusaha sukses. Ia mengelola The Ismaya Villa, menjadi Direktur PT Coconut Homes, Direktur CV Kadang Sari, Direktur PT Warisan Permata Indah. Juga memiliki usaha laundry dan beberapa usaha lainnya.
Kata dia, dirinya punya motto “Menjadi orang biasa yang luar biasa”. Ia tidak memposisikan sebagai bos. Kepercayaan selalu ia jaga dalam menjalankan usaha.
Sementara Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PWM Bali, Delly Yusar, mengatakan, MEK PWM Bali membentuk beberapa unit usaha. Sebab, MEK PWM Bali sendiri tidak boleh berbisnis.
Kata dia, usaha bisnis yang dibentuk misalnya PT JSM, dan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM). Semua itu untuk mendukung program kerja MEK.
Kata Delly, ada tiga program kerja MEK PWM Bali, yakni meningkatkan kesejahteraan pengurus Muhammadiyah, meningkatkan kesejahteraan organisasi Muhammadiyah, dan meningkatkan kesejahteraan warga Muhammadiyah dan umat Islam. (bs)

Ismoyo S Soemarlan, Delly Yusar, dan Ketua PDM Buleleng, M. Ali Susanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *