PRAKIRAAN HILAL PENENTUAN AWAL RAJAB 1441 H

Sumber: BMKG

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi prakiraan hilal saat matahari terbenam pada 24 Februari 2020 M. Informasi ini untuk penentuan awal bulan Rajab 1441 Hijriah.

Dalam rilisnya seperti dimuat di bmkg.go.id, BMKG menjelaskan, konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika bulan sama dengan bujur ekliptika matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat bumi. Peristiwa ini akan kembali terjadi pada Ahad, 23 Februari 2020 M, pukul 15.32 UT atau pukul 22.32 WIB atau pukul 23.32 WITA. Atau Senin, 24 Februari 2020 M, pukul 00.32 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika matahari dan bulan tepat sama 334,476 derajat .

Dijelaskan, periode sinodis bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang adalah 29 hari 17 jam 50 menit. Waktu terbenam matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan matahari tepat di horizon teramati.

Di wilayah Indonesia pada tanggal 23 Februari 2020, waktu matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.56 WIT di Jayapura, Papua dan waktu matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.52 WIB di Banda Aceh, Aceh. Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah matahari terbenam tanggal 23 Februari 2020 dan sebelum matahari terbenam tanggal 24 Februari 2020 di wilayah Indonesia.

Berdasarkan hal-hal di atas, papar BMKG, secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Rajab 1441 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah matahari terbenam tanggal 24 Februari 2020. Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Rajab 1441 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat matahari terbenam tanggal 24 Februari 2020 tersebut.

Sementara ketinggian hilal untuk pengamat di Indonesia pada tanggal 24 Februari 2020 saat matahari terbenam pada 24 Februari 2020 berkisar antara 7,55 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan 8,69 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.

Elongasi di Indonesia saat matahari terbenam pada 24 Februari 2020 berkisar antara 8,33 derajat di Waris, Papua sampai dengan 9,55 derajat di Banda Aceh, Aceh. Sedangkan umur bulan di Indonesia pada tanggal 24 Februari 2020 berkisar antara 17,39 jam di Jayapura, Papua sampai dengan 20,33 jam di Banda Aceh, Aceh.

Lag saat matahari terbenam di Indonesia tanggal 24 Februari 2020 berkisar antara 34,62 menit di Jayapura, Papua sampai dengan 39,43 menit di Sinabang, Aceh. Fraksi Iluminasi Bulan (FIB) saat matahari terbenam di Indonesia pada tanggal 24 Februari 2020 berkisar antara 0,53% di Waris, Papua sampai dengan 0,70% di Banda Aceh, Aceh. Pada tanggal 24 Februari 2020, dari sejak matahari terbenam hingga bulan terbenam tidak ada objek astronomis lainnya dengan dengan jarak sudut lebih kecil daripada 5 derajat dari bulan. (ms)

One thought on “PRAKIRAAN HILAL PENENTUAN AWAL RAJAB 1441 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *