MIN 2 BULELENG GELAR BIMTEK PENYUSUNAN SOAL

HARIS Budi Santoso dari Balai Diklat Keagamaan (tengah) didampingi Kepala MIN 2 Buleleng, Lewa Karma, saat memberikan bimtek penyusunan soal kepada guru-guru MIN 2 Buleleng.

SINGARAJA – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Buleleng menggelar bimbingan teknis penyusunan soal, Selasa (4/2/2020). Hadir sebagai narasumber yakni widya iswara dari Balai Diklat Keagamaan Denpasar, Haris Budi Santoso.

Bimbingan teknis tersebut berlangsung sehari penuh. Peserta bimtek penyusunan soal tersebut merupakan guru MIN 2 Buleleng. Sebanyak 33 guru ikut acara tersebut.

Haris Budi Santoso, didampingi Kepala MIN 2 Buleleng, Lewa Karma, memaparkan konsep penilaian pembelajaran yang kekinian dan detail memberikan contoh serta pendampingan. Para guru yang dikoordinir langsung oleh Wakil Urusan Kurikulum, Ismillah Dwiyanti, mengikuti sesi demi sesi dengan lancar dan tertib.

Guru-guru tersebut diberikan kesempatan untuk menyela dengan tanya jawab. Mereka tampak bekerja dengan serius, karena masing-masing sudah membawa laptop untuk praktek. Dalam penyampaiannya, Haris menjelaskan bahwa ke depan guru memilliki tugas dan tantangan yang berat, sehingga kompetesni dan profesionalitas harus dijunjung. Khususnya kemampuan untuk menyusun, menelaah, dan menganalisis soal.

Kata dia, guru masa kini harus mandiri mulai dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Apalagi kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menggebrak semangat merdeka belajar dengan penekanan minimalisasi administrasi guru, menuntut para guru menyikapinya dengan bijak dan responsif. “Kita ambil positifnya,” tukas Haris.

Sementara Kepala MIN 2 Buleleng, Lewa Karma, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi para guru untuk menjawab tantangan tugas guru yang makin dinamis di masa mendatang. Menurutnya, guru harus melek IT dan faham regulasi serta mampu mengaplikasikan ketrampilan mengajar serta alat evaluasi pembelajaran dengan tuntas. Lewa juga menyampaikan akan terus mendorong guru MIN 2 Buleleng untuk terus aktif menangkap perubahan era dengan mengajak guru terus berlatih. “Itulah sebabnya bimtek penyusunan soal pembelajaran ini diadakan demi menguatkan ketrampilan dan pengetahuan guru dalam menyonsong perubahan dan dinamika kurikulum,” tandasnya. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *